Tuesday, December 20, 2016

Cara Mengatasi Anak Yang Selalu Minta Makan Agar Tidak Mengalami Obesitas

Mengatasi pola Makan Anak
Mengatasi pola Makan Anak


Menghadapai anak yang selalu minta makan diperlukan sikap bijak orang tua. Anda perlu menghentikan kebiasaan anak yang ingin selalu makan dalam porsi besar secara perlahan-lahan.

  • Saat anak minta lagi camilan keripik kentang gurih kesukaanya, alihkan permintaanya dengan memberinya camilan yang lebih sehat seperti buah atau finger food wortel dan buncis rebus. 
  • Saat makan, orang tua perlu mendampingi anak. Bisa saja, anak merasa sangat lapar karena melakukan banyak aktifitas fisik. Namun, berikan makanan dalam porsi yang sesuai usianya. 
  • Saat makan, orang tua tidak perlu membiasakan anak mendengar intruksi “harus makan dengan bersih dan tak bersisa di piring.” Jadi, jika anak sudah kenyang menyantap macaroni panggang, tak perlu dipaksa untuk menghabiskan makanan lain, ayam goreng misalnya. 
  • Bila anak selalu dipaksa menghabiskan semua makananya, ia akan memiliki persepsi bahwa apapun makanan yang dihidangkan harus dihabiskan tanpa sisa. 
  • Berikan anak kesempatan untuk merasakan sinyal kenyang yang disampaikan oleh tubuhnya. Orang tua perlu member bimbingan pada anak untuk mengenal rasa lapar dan kenyang, sehingga ia tahu kapan perlu makan dan kapan berhenti makan. 
  • Jika anak masih lapar dan minta tambah porsi makan, berikan dengan porsi yang normal sesuai usianya. Dengan begitu, Anda jadi tahu berapa porsi makan yang pasa untuk anak Anda. 
  • Pastikan setiap jadwal makan, anak mengkonsumsi makanan dalam porsi yang cukup dan membuatnya merasa kenyang. 
  • Berilah makanan selingan yang sehat, setiap kali dia minta makan di luar jadwal jam makan. Seperti buah, salad, atau puding. 
  • Jadilah role model yang baik bagi anak. Jangan membiasakan mengudap, berlama-lama duduk di kursi makan atau sofa TV sambil makan di luar jadwal makan.  Selera makan anak yang berlebihan harus diimbangi dengan aktivitas yang sepadan untuk menyalurkan kalori yang didapatkan dari makanan sehingga terhindar dari kegemukan atau obesitas. Ajak anak melakukan kegiatan fisik, seperti naik sepeda, bermain bola, berenang, dan lainya.

Cara Mengobati Mimisan Pada Balita

Mimisan Pada Anak
Mimisan Pada Anak


Mimisan (epistaksis) bukan suatu gejala yang sangat serius. Umumnya, kelainan ini dapat berhenti tanpa pengobatan khusus, dan gejalanya dapat berkurang atau hilang seiring dengan bertambahnya usia.

Mimisan dapat merupakan akibat dari suatu trauma, termasuk kebiasaan mengorek-ngorek hidung. Gejala ini banyak ditemukan pada:

  • Anak yang orang tuanya juga mengalami hal serupa di waktu kecilnya. 
  • Anak dengan pembesaran kelenjar adenoid, riwayat alergik dan sinusitis. Perubahan suasana hidung yang mendadak, misalnya cuaca sangat panas atau sangat dingin, dapat memicu munculnya mimisan. 
  • Anak dengan hipertensi, walaupun jarang. 
  • Anak dengan gangguan pembekuan darah, atau kelainan pada kuantitas atau kualitas dari trombosit atau keping darah. 

Ada 2 hal penting dalam pengobatan mimisan, yaitu menghentikan perdarahan dan mencegah terjadinya perdarahan:

  1. Perdarahan umumnya berhenti spontan, atau dibantu dengan menjepit hidung menggunakan jari, kepala ditundukkan ke depan (jangan ke belakang), untuk menghindari masuknya darah ke rongga mulut dan tertelan. Namun jika mimisan menetap atau terus berlangsung, sebaiknya dievaluasi lebih lanjut oleh dokter spesialis THT. 
  2. Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari trauma, terutama pada anak yang gemar olahraga atau terbiasa mengorek hidung. Pengaturan udara dan kelembapan udara sekitar juga harus diperhatikan. Pada cuaca sangat dingin atau kering, penggunaan cairan fisiologis (NaCl 0,9%) atau gel khusus sebagai pelumas hidung sangat dianjurkan. Pemakaian daun sirih dapat membantu karena mempunyai efek lokal sebagai antiseptik dan anti perdarahan ringan.

Waspadai Hipertensi Dapat Menyerang Pada Anak

Hipertensi pada anak
Hipertensi pada anak

Ternyata, hipertensi bisa menyerang segala usia, usia balita salah satunya. Bagaimana mencegahnya? 

Hipertensi pada anak berkisar 1-2%. Anak dengan hipertensi mempunyai risiko hampir 4 kali lebih besar menderita hipertensi pada masa dewasa dibandingkan anak normal. (Sumber: UKK Nefrologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), 2011)

Wah, usia balita pun turut diserang oleh hipertensi yang juga berisiko terjadinya stroke, demensia, gagal ginjal, dan jantung! Padahal, selama ini kita hanya tahu penyakit ini hanya menyerang orang dewasa, yang belakangan ini sedang meningkat kasusnya. Meningkatnya insidens hipertensi saat dewasa sebagian besar justru terjadi karena tidak dilakukannya deteksi dini pada masa balita. Karena itu, anak umur lebih dari 3 tahun seharusnya diperiksa tekanan darahnya secara rutin. Apalagi jika orangtua memiliki riwayat hipertensi. Dr. Ann Soenarta, SpJP(K), FIHA dari Indonesian Society of Hypertension (InaSH) memaparkan, “Pada bayi baru lahir, hipertensi dapat terjadi karena renal artery thrombosis (gumpalan darah di ginjal). Sedangkan pada anak-anak, hipertensi disebabkan oleh kelainan sekunder, yaitu kelainan ginjal di jaringan, kelainan endokrin seperti hipertiroid, hiperaldosterone atau Conn’s Syndrome, obat-obatan, dan Coarctation of the Aorta(penyempitan aorta).”

Standar tekanan darah pada anak memang kompleks karena akan terus berubah seiring perkembangan tubuh mereka. Misalnya, anak usia 5 tahun, tekanan darah normalnya berkisar 127-130/86 mmHg, sementara anak usia 10 tahun 127/86 mmHg.

Pengobatan hipertensi pada balita terbagi menjadi dua, yaitu farmakologis dan nonfarmakologis. Untuk farmakologis, pemberian obat antihipertensi harus disesuaikan dengan usia anak, tingkat hipertensi, dan respons terhadap pengobatan. Sedangkan nonfarmakologis, orangtua sebaiknya memerhatikan gaya hidup anak dengan mengajaknya aktif bergerak dan juga membatasi penggunaan garam pada makanan.

Monday, December 19, 2016

Bagaimana Cara Memilih Lipstik Untuk Sehari-Hari

Tips Memilih Lipstik
Tips Memilih Lipstik

Selalu ada yang kurang saat pulasan lipstik tak menghiasi bibir Anda. Berpenampilan menarik pun jadi tidak maksimal, apalagi kalau salah memilih jenis dan warna. Untuk itu, ada beberapa tips minimalis untuk tampil memesona sepanjang hari.

Pilihan Setiap Hari 
Untuk bunda yang bekerja, penampilan pasti menjadi hal yang penting di kantor. Selain dapat meningkatkan mood, lipstik yang Anda pilih juga dapat memberikan kesan segar sepanjang hari. Begitu juga dengan Anda, ibu rumah tangga yang aktif berkegiatan di luar rumah. Pilihan warna yang tepat adalah warna-warna yang segar seperti nude atau pink. Atau bunda bisa memiilih warna satu tone lebih gelap dari warna bibir Anda sendiri.

Tekstur: Pilih lipstik dengan tekstur glossy atau creamy. Tekstur lembut ini dapat menimbulkan kesan cerah dan segar saat diaplikasikan pada bibir Anda. 

Pilihan Malam Hari 
Tampil memukau pada malam hari? Jangan tanggung-tanggung. Tampil berani dengan beragam pilihan warna bold yang beredar saat ini. Penampilan Anda pasti terlihat pop up dan menonjol dari orang-orang lain. Pilihan warna yang bisa Anda gunakan seperti coklat tua, merah marun, merah cabai atau ungu gelap.

Tekstur: Untuk malam hari hindari lipstik berbahan glossy sebab akan membuat bibir Anda terlihat penuh dan berat. Tekstur mate akan sangat menolong dan membuat warna di bibir Anda semakin menyala.

Wajib digunakan! 
Apapun pilihan jenis, warna, dan juga merek lipstik yang bunda gunakan tidak akan sempurna tanpa bibir yang sehat. Oleh sebab itu, konsumsi makanan dan juga minuman yang sehat serta jangan lupa untuk menggunakan lipbalm untuk mendapatkan bibir yang lembap dan sehat.

Terapi Sensori Integritas Untuk Mengatasi Susah Tidur Pada Balita

Terapi Sensori Integritas
Terapi Sensori Integritas

Ternyata sebanyak 42% balita usia 12–35 bulan menolak waktu tidur dan 35% terbangun atau menangis di tengah tidurnya. Demikian hasil riset Departemen Psikologi Universitas Central Michigan, Mount Pleasant, AS, terhadap komunitas orangtua di AS. Kasihan sekali balita kalau sering terbangun. Belum lagi imbas lainnya, yaitu jam tidur Anda ikut terganggu. 

Coba atasi dengan ‘terapi’ sensori integrasi untuk mengatasi masalah sulit tidur, karena dapat membuat anak relaks. Sensori integrasi merupakan kemampuan seseorang mengartikan rangsang yang diterima, baik dari dalam tubuh maupun dari luar, untuk kemudian diolah dan diharapkan memberikan respon yang sesuai. Meski umumnya terapi sensori umumnya diberikan untuk mengatasi anak dengan gangguan sensori maupun anak yang berkebutuhan khusus, Anda tetap bisa mencobanya di rumah. 

1. Pasang gambar penenang 
Menurut Claire Heffron, seorang terapis okupasi dan co-author situs The Inspired Treehouse, orangtua dapat merangsang anak tidur dengan simulasi visual seperti pemandangan bawah laut, air yang mengalir, ikan yang berenang, atau api unggun pada keranjang tidur atau wallpaper kamarnya. Pemandangan yang dilihat anak ini secara berulang ini dipercaya dapat memberi dampak tenang dan mengantarnya untuk tertidur. 

2. Putar audio relaksasi 
“Sebagian orang ada yang bisa merasa senang, tenang, dan baru bisa tertidur setelah mendengarkan suara yang menenangkan,” ujar Dr. Laura Markham, penulis buku Peaceful Parent, Happy Kids: How to Stop Yelling and Start Connecting dan Peaceful Parent, Happy Siblings:How to Stop the Fighting and Raise Friends for Life. Anda bisa mencoba memperdengarkan anak lagu  lullaby atau nursery rhimes karena ritmenya sangat menenangkan, sehingga membuat anak cepat mengantuk. 

3. Mengayun sayang 
Memancing tidur dengan gerakan, seperti mengayun dalam dekapan hangat orangtua maupun memanfaatkan ranjang bergoyang, kerap membuat anak mengantuk. Sebab, gerakan mengayun secara berulang dengan irama yang sama, merangsang indera vestibularnya yang kemudian menstimulasi ke sistem saraf dan membuatnya nyaman. Dan berakhir dengan datangnya kantuk. Mengantar tidur balita dalam pelukan hangat Anda, bukan hanya membuatnya tidur tapi tentu saja the priceless bonding! "Berada dalam dekapan seseorang memiliki banyak keuntungan sensori. Itulah sebabnya, ketika bayi gelisah, rewel, dan menangis bila kemudian dipeluk orangtuannya maka tangisnya segera mereda. Pelukan punya efek nyaman dan aman.”- Claire Heffron, terapis okupasi dan co-author situs The Inspired Treehouse. 

4. Menepuk lembut 
Alasan kebanyakan orangtua suka menepuk lembut bokong balita bertujuan agar ia lekas tidur, ternyata ini terbukti benar lho. Pasalnya, tepukan lembut sambil mengusap-usap bagian punggung anak ini  bisa menstimulasi indra peraba sekaligus indra proprioseptif  pada otot dan sendi menjadi relaks. Sentuhan lembut atau pijatan lembut juga bisa membuat anak mudah tidur. Lakukan mulai dari arah kaki, berlanjut ke bagian badan, tangan dan kepala dengan mesra. Pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih. 

5. Mainkan selimutnya 
Ternyata, selain memberi rasa hangat, selimut juga bisa merangsang indra peraba anak juga indera proprioseptifnya, sehingga ia merasa nyaman dan aman. Namun, bila dirasa belum cukup, cobalah prinsip bedong bayi yang memberikan efek nyaman dan aman. Anda bisa mengaplikasikannya juga pada balita. Bukan benar-benar membendong, namun 'membungkus' sebentar menggunakan selimut sebagai ritual sebelum tidur selama beberapa menit atau mendekap hangat dalam pelukan Anda sambil menyelimutinya. 

6. Berikan segelas susu hangat 
Pada susu terdapat kandungan tryptophan yang dapat memberikan efek nyaman dan membantu seseorang untuk lebih mudah tidur. Selain itu, minuman hangat dapat meningkatkan suhu tubuh, sehingga merangsang agar lebih nyaman untuk tidur. Pastikan Anda menghindari memberikan minuman yang mengandung kafein dan teobromin, yang umumnya banyak ditemui pada susu cokelat, sebab justru merangsang untuk terus terjaga. Namun pastikan setelah menyusu, tanamkan pada anak untuk menjaga kebersihan gigi dan mulutnya, untuk mencegah gigi berlubang, serta menghindari minum susu dengan botol dalam posisi tidur karena berisiko sebabkan infeksi telinga. 

7. Gunakan aroma terapi 
Bukan hanya pada orang dewasa, menggunakan aroma terapi pada bayi dan balita juga dapat memberikan efek relaks pula. Tapi, hati-hati sebelum memilih menggunakan aroma terapi, sebab bisa jadi anak memiliki reaksi pada aroma terapi, seperti alergi. Lavender, mawar, chamomile, geranium, merupakan minyak esensial yang bersahabat dengan balita. Umumnya aroma terapi ini terdapat pada campuran losion atau minyak telon. Pijat lembut pada seluruh tubuhnya sebelum tidur atau meneteskan sedikit pada pakaian anak. Sedangkan aroma terapi berupa pengharum ruangan, pasang 15 menit sebelum waktunya tidur. Pastikan gunakan takaran yang tepat.
loading...

Entri Populer